logo-1-1-1.png

Infaq Lansia Dhuafa via Rumah Zakat

Cerita

Di usia senja, Mbah Marinten terpaksa cukupi kebutuhan perutnya dari uang Rp 5.000/hari, hasil berjualan gedebog pisang.

Ketika di kota-kota besar, uang Rp 5.000 habis untuk membayar parkir kendaraan, namun bagi Mbah Marinten menjadi harapan untuk bertahan hidup. Uang yang tak seberapa itu, ia cukupi untuk membeli makan dan minumnya.

Bukannya tak ingin berusaha mendapat penghasilan lebih. Di usianya yang tak lagi muda, ingatannya semakin pudar. Membuatnya sulit mencari pekerjaan lain. Tak jarang, ia tidak memiliki penghasilan dan bertahan dengan bantuan seadanya dari donatur.

Mbah Marinten, seorang janda yang sudah lansia hanya satu dari banyaknya lansia dhuafa yang bernasib sama. Mereka sudah berusaha, namun kadang penghasilannya tak cukup untuk kebutuhan perut.

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At-Tagabun: 16)

Infaq menjadi salah satu ibadah sosial yang utama. Dengan menafkahkan harta di jalan Allah tidak akan mengurangi harta tetapi harta yang kita miliki akan semakin bertambah.

Kini, berbagi dengan sesama sudah lebih mudah. Dengan Infaq Online via Rumah Zakat, Anda bisa berbagi untuk Mbah Marinten dan lansia dhuafa lainnya.

Donasimu akan bantu meringankan beban mereka. Aminn

Untuk teman – teman yang ingin berzakat silahkan  ikuti cara di bawah

1. Klik tombol “ZAKAT SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Lakukan pembayaran